Tuesday, April 29, 2008

KICK ANDY OFF AIR DI UI

ick Andy Off Air di UI


05Andy.jpg - 300x199 - 37.31 kbSetelah “Ceriwis” masuk kampus UI, giliran “Kick Andy” akan melakukan off air di Balairung Kampus Depok pada hari Jum’at (18/04) pukul 14.00 – 17.00 WIB, dan dapat ditonton publik, melalui di www.kickandy.com.

Topik pada acara itu mengenai “Kisah Para Laskar” yang akan menampilkan Rektor UI Prof.Dr.der.Soz. Gumilar Rusliwa Somantri (pencetus “Go Green” kampus UI), Sariban (laskar lingkungan dari Bandung), Bang Idin (Laskar Lingkungan dari Betawi) dan Andrea Hirata (penulis Laskar Pelangi). Acara tersebut juga dimeriahkan oleh grup 4 Peniti Band.

Seperti diketahui, setelah pelantikan menjadi Rektor UI, Agustus tahun lalu,Prof.Dr.der.Soz. Gumilar Rusliwa Somantri mencanangkan untuk memelihara keasrian dan kehijauan di dalam kampus. Konsep ini semakin mengkristal setelah Rektor mengadakan dialog dengan para alumni UI yang berkecimpung di bidang pers, pada acara Buka Puasa Bersama insan pers tahun lalu. Masukan-masukan yang konstruktif untuk penghijauan kampus dikemukakan oleh Aristides Katoppo (Harian Sinar Harapan), Ishadi SK (Direktur Trans TV) dan Dja’far H. Assegaff (wartawan senior Media Indonesia). Setelah itu, berturut-turut di Kampus UI dilaksanakan penanaman pohon antara lain pada bulan Oktober 2007 dalam rangka Ulang Tahun Zeni Angkatan Darat ke-62, di sekitar danau (dekat menara air) ditanam 400 pohon mahoni. Kemudian pada saat peringatan hari bumi, bersama dengan Departemen Kehutanan ditanam seribu pohon dan bersama KOWANI sepuluh ribu pohon yang tersebar di setiap fakultas di lingkungan UI. Rencana ke depan, seluas 100 hektar tanah di kampus UI akan dijadikan hutan raya, yang tidak saja untuk resapan air dan paru-paru kota Depok, tetapi juga akan menjadi pelestarian tanaman langka. Hutan raya ini lebih besar dan lebih luas dari Kebun Raya Bogor. (humas-ui/17 April 2008)

www.ui.edu
Posted by Sakti at 07:43:41 | Permanent Link | Comments (0) |

BEM UI 2008-2009 KEMBALI BERGERAK ! ! !

“BEM UI minta harga barang pokok turun”, itulah salah satu judul yang tertera dalam koran kompas hari kamis, 17 April 2008. Selain itu di koran Indo pos, tempo, dan beberapa koran lain berita ini juga di munculkan, baik itu berupa berita artikel ataupun hanya foto saja. Kemarin BEM UI memang kembali bergerak, bergerak untuk kesejahteraan rakyat, terdorong oleh kesulitan akibat kenaikan harga bahan pokok, menuntut pemerintah untuk memperbaiki kinerjannya agar ketersediaan barang dan harga kebutuhan pokok masyarakat bisa terpenuhi.

Aksi ini sendiri pun berlangsung aman dan lancar, dengan sekitar 600 massanya, Mahasiswa UI dari berbagai fakultas ini bergerak dari Masjid BI menuju istana negara. Di depan Istana negara rombongan mahasiswa ini ternyata disambut oleh barikade polisi, dengan dua kendaraan water canon, dan polisi sudah bersiap dengan peluncur gas air mata. Polisi terlihat sangat waspada menyikapi aksi dari mahasiswa UI ini yang menggaungkan tagline “kepung Istana”. Dalam aksi ini BEM UI tidak hanya membawa massa dan menuntut kepada pemerintah, BEM UI juga membawa positioning paper yang isinya saran serta masukan untuk pemerintah bagaimana mengatasi maasalah pangan di Indonesia.

Tuntutan aksi ini merupakan salah satu tuntutan dari tujuh tuntutan (TUGU RAKYAT) yang merupakan hasil konfrensi BEM se-Indonesia, yang isinya :

1. Nasionalisasi aset strategis bangsa

2. Wujudkan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau, dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia

3. Tuntaskan kasus BLBI dan korupsi Soeharto beserta kroni-kroninya sebagai perwujudan kepastian hukum di Indonesia

4. Kembalikan Kedaulatan bangsa pada sektor pangan, ekonomi dan energi.

5. Menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi rakyat

6. Tuntaskan reformasi birokrasi dan berantas mafia peradilan

7. Selamatkan lingkungan Indonesia dan tuntut lapindo Brantas untuk mengganti rugi seluruh dampak dari lumpur Lapindo.

Dalam Aksi Demonstrasi ini mahasiswa UI menginap di Depan Istana Negara, Aksi Baru selesai keesokan harinya pada pukul 07.15 pagi hari. Aksi ini bukan menjadi akhir dari pergerakan mahasiswa, karena konsolidasi sudah dilakukan dengan rekan-rekan BEM se-Indonesia dan dibulan Mei nanti Mahasiswa se-Indonesia kembali akan bergerak bersama mengajukan Tugu Rakyat itu langsung Ke Istana Negara.


Pongki
Dwi Aryanto

WaKa BEM UI 2008-2009


Untuk Mas Edwin dan Mas Pongki gimana kabarnya sekarang???Semoga baik-baik aja!
Posted by Sakti at 07:41:35 | Permanent Link | Comments (0) |

MEKANISME BARU PEMBIAYAAN KULIAH DI UNIVERSITAS INDONESIA

Mahasiswa Universitas Indonesia akan memiliki sistem pembiayaan yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika selama ini mahasiswa di wajibkan membayar BOP (Biaya Operasional Pendidikan) sebesar Rp. 1.300.000 untuk kelompok sosial dan Rp 1.500.000 untuk kelompok studi eksakta. Maka mulai tahun 2008 nanti, mahasiswa baru yang masuk ke Universitas Indonesia akan dikenakan biaya pendidikan sesuai dengan tingkat kemampuan keuangan mereka.

Kemampuan keuangan ini ditentukan dengan menggunakan variabel: penghasilan orang tua, jumlah tanggungan, biaya listrik, biaya telefon, dan biaya air. Maka besaran BOP yang akan di bayarkan oleh mahasiswa tidak lagi dalam fixed cost, melainkan dalam variabel cost yaitu : Rp. 100.000 – Rp. 5.000.000 untuk kelompok sosial dan Rp.100.000 – Rp. 7.000.000 untuk kelompok eksakta. Jadi, nantinya setiap mahasiswa baru akan melakukan pengumpulan data terlebih dahulu baru kemudian besaran BOP yang harus dibayarkan oleh mereka di tentukan, data ini akan di update setiap tahunnya. Sehingga apa yang dibayarkan oleh mahasiswa sesuai dengan kondisi keuangannya, dan diharapkan tidak ada lagi mahasiswa yang terbebani oleh biaya kuliahnya.

Kemunculan mekanisme ini pun tidak serta merta begitu saja, tetapi sudah melalui proses yang cukup panjang, seperti di tuliskan oleh Ketua BEM UI, Sdr Edwin N.N, :

Keputusan ini tidak hanya dimaknai sebagai perubahan sistem pembiayaan di UI namun sebagai sebuah prestasi atau capaian dari rekan-rekan lembaga formal (BEM UI, DPM UI, MWA UM, UKM, BEM/Senat dan BPM Fakultas) sebagai representasi mahasiswa UI. Setelah sekitar 4 tiga bulan mengawal dan mengadvokasi rencana kenaikan biaya pendidikan yang dimulai dengan beraudiensi dengan Rektorat dan MWA, kemudian dilanjutkan dengan pembentukan tim kecil sebagai formatur sistem pembiayaan berkeadilan, studi banding ke kampus lain, menyusun sistem dan formula pembiayaan, menghitung student unit cost tiap fakultas, hingga sidang pleno pengambilan keputusan akhirnya sistem dan formula yang diajukan oleh tim kecil bentukan mahasiswa diterima oleh Rektor UI. Tidak hanya itu, beberapa tuntutan mahasiswa seperti (1) transparansi keuangan UI dimana beliau menjanjikan akan mengadakan audiensi dengan mahasiswa terkait laporan keuangan UI dalam waktu dekat, (2) Surat Keputusan (SK) Rektor terkait dengan; jaminan tidak ada mahasiswa yang dikeluarkan karena alasan kesulitan finansial, pelibatan mahasiswa dalam proses advokasi biaya pendidikan hingga ketingkat banding, dan advokasi denda 50% atas keterlambatan pembayaran biaya pendidikan juga diterima oleh Rektor UI sebagai komitmen beliau untuk membangun UI dengan prinsip good governance.

Semoga mekanisme yang dinilai sangat baik setelah di uji cobakan oleh tim formatur yang terdiri dari mahasiswa perwakilan BEM UI, DPM UI, MWA UM, BEM/BPM Fakultas, dan UKM dapat pula terimplementasi dengan baik dikemudian hari. Tentunya dengan dukungan dan pengawasan oleh kita semua.


NB: liputan terkait BOP dan tulisan lengkap dari Ketua Bem UI dapat dilihat di www.bem.ui.edu

Pongki
Dwi Aryanto

 

WaKa BEM UI 2008-2009

Posted by Sakti at 07:32:30 | Permanent Link | Comments (0) |

TAHUN AJARAN 2008/2009 D3 UI DITIADAKAN DI FAKULTAS

Teman-teman, apakah teman-teman tahu bahwa pada tahun ajaran 2008/2009 nanti program D3 akan ditiadakan di fakultas-fakultas di UI? Saya baru membaca berita di koran Republika edisi hari Jum’at 25 April 2008, rubrik Iptek dan Kesehatan halaman 26.

Dalam berita tersebut (sayang saya tidak bisa mendapatkan URL berita onlinenya), disebutkan bahwa program-program diploma tersebut nantinya akan bernaung dalam UI College yang merupakan nama baru dari Politeknik Negeri Jakarta (PNJ).

Lho, PNJ bergabung lagi dengan UI ya? Iya, begitulah menurut Direktur PNJ, Johny Wahyuadi dalam berita yang sama.

Menurut Direktur PNJ, Johny Wahyuadi, wacana untuk mengganti nama menjadi UI College sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. “Akhirnya berdasar rapat Senat PNJ pada tanggal 21 April lau, kami telah memutuskan siap bergabung kembali dengan UI.”

Kembali lagi pada berita ditiadakannya D3 UI di Fakultas, Pak Rektor Prof. Gumilar R. Somantri mengatakan bahwa kebijakan menyatukan D3 ke UI College ini tujuannya adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan di kampus UI.

Artinya, berdasarkan berita ini, tahun depan sudah tidak ada lagi D3 FK UI, D3 MIPA UI, D3 FISIP UI, D3 FIB UI, dan D3-D3 lainnya (apa lagi ya, yang belum kesebut?) karena mereka semua akan tergabung di PNJ.

Inilah salah satu cara UI menuju world-class research university, yaitu dengan memfokuskan diri pada memproduksi sarjana-sarjana yang siap melakukan riset, dan mengalihkan produksi diploma-diploma yang siap kerja ke UI College.


SOURCE : www.anakui.com by Muhammad Ilman Akbar

Posted by Sakti at 06:57:33 | Permanent Link | Comments (0) |